Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2013

ARENA PACUAN KUDA NYI AGENG SERANG

              Arena pacuan kuda Nyi Ageng Serang berlokasi di Ngasinan, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen hanya berjarak 1,5 kilometer dari tepian waduk Kedung Ombo. Pacuan kuda dengan panjang lintasan 600 meter didesign sebagai miniatur dari lapangan pacuan kuda Pulo Mas Jakarta. Pada bulan Desember 2006 dan 2008 silam di lokasi tersebut dilangsungkan kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional memperebutkan piala Gubernur Jawa Tengah.
              Kini kondisinya kurang terawat karena tidak ada event lagi dan biaya perawatannya juga mahal. 

Sabtu, 02 Februari 2013

WADUK KEDUNG OMBO


Waduk Kedung Ombo merupakan waduk atau bendungan raksasa yang terletak di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Sragen, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Grobogan. Waduk ini merupakan bendungan besar yang di bangun oleh pemerintah pada tahun 1980 dan selesai serta diresmikan oleh Preside Soeharto pada tahun 1991.
Waduk Kedung Ombo merupakan peristiwa penolakan penggusuran dan pemindahan lokasi pemukiman oleh warga karena tanahnya akan dijadikan waduuk. Penolakan warga ini diakibatkan kecilnya jumlah ganti rugi yang diberikan oleh pemerintah. Banyak warga masyarakat yang merasa sangat dirugikan karena rumah dan desa yang mereka huni harus ditenggelamkan untuk dijadikan daerah genangan air Waduk Kedung Ombo. Bagi mereka, Waduk Kedung Ombo merupakan cermin ketidakadilan pada masa pemerintahan Orde Baru, yang antara lain berhubungan dengan ganti rugi tanah dan pelanggaran hak asasi manusia.
Kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas kurang lebih 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan dataran seluas 3.746 Ha. Sekarang, Pemanfaatan WKO baru sebatas untuk irigasi, PLTA, perikanan, dan yang sekarang sedang dikembangkan adalah pengembangan potensi WKO di bidang pariwisata. Keberadaan WKO tidak hanya memberikan manfaat bagi tiga kabupaten yang menjadi daerah genangannya, namun juga bagi daerah-daerah lain. Sebagai contoh, daerah-daerah yang mendapatkan pelayanan irigasi dari WKO antara lain Demak, Kudus, dan Pati. Bahkan air WKO juga melayani sebagian kebutuhan air minum di Kota Semarang.
Di kawasan Waduk Kedung Ombo, tepatnya di desa Ngargotirto, telah dibangun arena pacuan kuda dengan lintasan sepanjang 600 meter. Arena pacuan kuda yang diberi nama ‘Nyi Ageng Serang’ itu merupakan miniatur dari lapangan pacuan kuda Pulo Mas Jakarta. Pada bulan Desember 2006 silam di lokasi tersebut dilangsungkan kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional memperebutkan piala Gubernur Jawa Tengah. 
Potensi pengembangan obyek wisata adalah memperbanyak homestay yang menyatu dengan rumah penduduk, sehingga para wisatawan dapat tinggal lebih lama di kawasan Waduk Kedung Ombo. Adanya homestay membuat wisatawan dapat melihat dari dekat kehidupan sehari-hari masyarakat, dan bahkan menjalani kehidupan seperti penduduk lokal, selang beberapa waktu. 


Sumber :
·         Wikipedia
·         http:waduk-kedung-ombo-sragen.html

Rabu, 30 Januari 2013

OBYEK WISATA BAYANAN


Obyek Wisata Bayanan merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi di daerah Sambi, Bayanan, Kabupaten Sragen. Di Obyek Wisata Bayanan terdapat sumber mata air panas yang sangat di minati oleh masyarakat sekitar, bahkan keunggulan dari mata air panas ini sudah terdengar sampai luar kota Sragen. Dalam hal ini Obyek Wisata Bayanan mempunyai keunggulan dalam bidang wisata kesehatan dengan daya tarik wisata alam.
Konon, menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat, sumber mata air panas yang berada di bayanan memiliki khasiat dalam menyembuhkan penyakit seperti : rematik, gatal-gatal, pegal,dan penyakit lainnya. Bahkan banyak sebagian masyarakat berpendapat bahwa sumber mata air panas ini dapat merefleksi tubuh agar terlihat segar, menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, meningkatkan kebugaran, meningkatkan vitalitas tubuh, menghilangkan kecapekan . Sehingga banyak masyarakat yang berbondong-bondong berdatangan untuk membuktikan khasiat dari sumber mata air panas tersebut. Orang terdahulu menyebut mata air panas ini dengan sebutan ”Hyang Tirto Nirmolo” atau air untuk pengobatan.
Penelitian yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta menemukan bahwa panas air Bayanan berasal dari suhu yang dihasilkan magma cair. Panas dari magma menyentuh dasar sumber air tanah di kedalaman tertentu. Suhu air yang menjadi panas tetap terbawa hingga memancar di permukaan dan menjadi sumber air panas. Menurut pengukuran yang dilakukan, suhu air tepat di titik sumber mencapai 44 derajat Celcius. Setelah dialirkan dalam bak mandi, suhu air menjadi 36o C, sesuai dengan panas badan manusia. Inilah yang menyebabkan air panas Bayanan terasa enak dan nyaman untuk mandi.
Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan adanya banyak unsur/senyawa kimia yang terkandung dalam sumber air panas Bayanan. Kandungan senyawa tersebut bisa dilihat dalam hasil analisa Laboratorium Kimia yang dilakukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta.
Penelitian juga mencatat adanya keunikan yang ada di sumber air panas Bayanan. Air panas yang memancar keluar letaknya dua meter di atas sebuah sungai, yang letaknya hanya bersebelahan. Air panas tersebut tidak merembes ke aliran sungai. Selain itu, bila mandi di waktu pagi, sore, dan malam hari, suhu air bertambah panas sehingga keringat banyak keluar. Namun, bila mandi di siang hari, suhu air menurun sehingga keringat tidak banyak keluar.
Selain keunggulan wisata kesehatan, Obyek Wisata Bayanan juga mempunyai daya tarik alam yang sangat indah. Suasana pedesaan yang jauh dari area perkotaan merupakan salah satu daya terik bagi masyarakat perkotaan.  Para wisatawan dapat melakukan kegiatan seperti outbond, traking sepeda motor yang telah disediakan di dalam Obyek Wisata Bayanan ini. Tidak hanya itu Obyek Wisata Bayanan juga menyediakan area untuk camping yang berada di hutan karet di sekitar Obyek Wisata Bayanan.

REFERNSI
Obyek Wisata Pemandian Air Panas Bayanan « Pesona Wisata Sragen.htm
Komunitas Sragen

MUSEUM PURBAKALA SANGIRAN


Museum Purbakala Sangiran terletak di Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen kurang lebih 3 Kilometer dari Jalan Solo – Purwodadi. Museum ini dibangun pada tahun 1980 yang menempati areal seluas 16.675 meter persegi. Bangunan tersebut bergaya Joglo yang terdiri atas:
1.       Ruang Pameran yaitu ruang utama tempat koleksi terdisplay.
2.       Ruang Laboraturium yaitu tempat dilakukannya proses konservasi terhadap fosil-fosil yang ditemukan.
3.       Ruang Pertemuan yaitu ruang yang digunakan segala kegiatan yang diadakan di museum.
4.       Ruang display bawah tanah.
5.       Ruang audio visual
6.        Ruang Penyimpanan koleksi fosil-fosil
7.       Mushola dan Toilet.
Kehadiran Sangiran merupakan contoh gambaran kehidupan manusia masa lampau karena situs ini merupakan situs fosil manusia purba paling lengkap di dunia. Luasnya mencapai 56 kilometer persegi yang meliputi tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, yaitu Kecamatan Gemolong, Kalijambe dan Plupuh serta satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yaitu Gondangrejo.
Sangiran merupakan situs terpenting untuk ilmu pengetahuan terutama untuk penelitian di bidang antropologi, arkeologi, biologi, paleoanthropologi, geologi dan tentu saja untuk bidang kepariwisataan. Keberadaan Situs Sangiran sangat bermanfaat dalam mempelajari kehidupan manusia prasejarah karena situs ini dilengkapi dengan koleksi fosil manusia purba, hasil-hasil budaya manusia prasejarah, fosil-fosil flora fauna prasejarah beserta gambaran stratigrafinya.
Sangiran dilewati oleh sungai yang sangat indah, yaitu Kali Cemoro yang bermuara di Bengawan Solo. Daerah iniliah yang mengalami erosi tanah sehingga lapisan tanah yang terbentuk nampak jelas berbeda antara lapisan tanah yang satu dengan lapisan tanah yang lain. Dalam lapisan-lapisan tanah inilah yang hingga sekarang banyak ditemukan fosil-fosil manusia maupun binatang purba.
Sampai saat ini, Situs Manusia Purbakala Sangiran masih menyimpan banyak misteri yang perlu untuk diungkap. Sebanyak 50 individu fosil manusia Homo Erectus yang ditemukan. Jumlah ini mewakili 65% dari fosil Homo Erectus yang ditemukan di seluruh Indonesia atau sekitar 50% dari populasi Homo Erectus di dunia (Widianto : 1995, 1). Keseluruhan fosil yang ditemukan sampai saat ini adalah sebanyak 13.809 buah. Sebanyak 2.934 fosil disimpan di Ruang Pameran Museum Sangiran dan 10.875 fosil lainnya disimpan di dalam gudang penyimpanan. Beberapa fosil manusia purba disimpan di Museum Geologi Bandung dan Laboraturium Paleoanthropologi Yogyakarta. Dilihat dari hasil temuannya, Situs Sangiran merupakan situs prasejarah yang memiliki peran yang sangat penting dalam memahami proses evolusi manusia dan merupakan situs purbakala yang paling lengkap di Asia bahkan di dunia. Berdasarkan hasil tersebut, Situs Sangiran ditetapkan sebagai Warisan Dunia Nomor 593 oleh Komite World Heritage pada saat Peringatan ke-20 tahun di Marida, Meksiko.
Di kawasan Museum Purbakala Sangiran telah dilengkapi sarana dan prasarana kepariwisataan seperti Menara Pandang, Homestay, Audio Visual, Guide, Taman Bermain, Souvenir Shop dan Fasilitas Mini Car yang dapat digunakan pada wisatawan untuk berkeliling di Situs Sangiran. Museum Purbakala Sangiran dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi, bus pariwisata maupun angkutan umum.
REFERENSI
MUSEUM PURBAKALA SANGIRAN « Pesona Wisata Sragen.htm